Kamis, 07 Juli 2016

www.lkpelpikhi.com

Akupunktur Analgesia

AKUPUNKTUR ANALGESIA ( NYERI )


Definisi nyeri :
1. Pengalaman sensori dan emosional yang tidak mrnyenangkan akibat kerysakan jaringan yang aktual atau potensial ( Smelter dan Bare 2001 )
2. Pengalaman yang tidak nyaman dari perasaan dan emosi yang terkait dengan kerusakan jaringan yang nyata atau berpotensi rusak atau dijelaskan seperti adanya kerusakan jaringan tubuh ( IASP )
3. Sensasi atau persepsi seseorang yang sangat dipengaruhi oleh emosi atau perasaan yang disebabkanbadanya kerusakan jaringan maupun tanpa kerusakan jaringan ( Dr. Tri widiyatmoko Akp 2015 )

Jadi, nyeri adalah alasan utama seseorang untuk mendapatkan bantuan perawatan dan pengobatan akupunktur.

Etiologi

Modalitas rangsangan yaitu :
1. Mekanik
2. Fisik
3. Termik
4. Kemik
5. Emosional / Stressor

Anatomi fisiologi
1. Reseptor noksius atau nosiseptor
2. Saraf sensori primer
3. Kornu posterior medula spinalis
4. Saraf sensorik sekunder, yang naik ke supraspinal
5. Saraf sensorik tersier, yang menuju ke pusat persepsi nyeri
6. Jalu anti nyeri atau analgesia kemedula spinalis

Jalur terjadi nyeri
1. Transduksi
2. Konduksi
3. Transmisi
4. Persepsi
5. Modulasi

Jalur Analgesia Akupunktur

Stimulasi titik akupuntur untuk menimbulkan efek analgesia mempunyai jalur yang hampir mirip dengan jalur nyeri, yaitu melalui jalur transduksi, konduksi, transmisi.
Perbedaannya adalah saat modulasi rangsangan sampai serabut sekundernaik dari kornu posterior medula spinalis menuju supra spinal, terdapat kolateral yaitu :
1. Dilevel medula spinalis yang akan melepaskan met-enkefalin.
2. dilevel batang otak / medula oblongata yang akan melepaskan serotonim, neoro transmiter inhibitori nor adrenalin dan nor ardenalin.
3. Di level otak yang akan melepaskan bheta endorphin

Peranan Akupunktur pada kasus nyeri

Perlakuan akupunktur pada kasus nyeri sangat efektif, dengan cara yang mudah, sederhana dan tanpa efek samping. Stimulasi titik akupuntur akan mengakibatkan reaksi fisiologi pada jaringan, baik reaksi fisiologi lokal, segmental dan general.
Semoga bermanfaat.

Sumber : dr. Tri widiatmoko
www.lkpelpikhi.com

Anatomi Fisiologi Akupuntur

LKP ELPIKHI BINA HUSADA


Neuralgia post Herpetikum


Neuralgia post Herpetikum
Adalah nyeri yang menetap satu bulan setelah omset ruam herpes zoster. ( Dworkin 1994 )
Hal ini terjadi oleh karena terjadi perubahan fungsi saraf sensorik
pada area yang terkena.
Terjadi kerusakan saraf tepi dan perubahan sistim signal saraf. Aktivasi saraf yang berlebihan, dan vasokontriksi .
Setelah itu terjadi pelepasan impuls saraf tepi yang berlebihan , juga terjadi respon berlebih terhadap rangsangan.
Hal ini akan mengakibatk rasa nyeri dengan derajat cukup tinggi.
Seperti kita ketahui....nyeri adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan oleh karena gangguan fisiologis atau potensial.
Jadi pada kasus ini ada gangguan emosional dan sensorik.
Peran akupunktur
1. Menghilangkan nyerinya
    Melalui regulasi sensorik dan emosinya
2. Memperbaiki fisiologi kulit dan saraf tepinya
Cara :
1. Titik lokal atau ase point
     Efek vasodilatasi, growth promoting faktor...
      Kesembuhan dan endorphin perifer....sebagai anti 
      inflamasi.
      Karena nyerinya masih ekses....gunakan metode 
       Sedasi.
2. Titik shu bel sesuai dengan dermatom dan miotom
 Yang terkena....pada kasus ini masuk segmental dermatom miotom thorak 9-10.
 
 Ambil titik akp tempat keluarnya saraf spinal di Tharok 9-10. Gunakan metode frekwensi rendah  2 hz selama 15 menit.
3. Titik general yang berefek merangsang pelepasan beta endorphin di hipothalamus dan hipohyse dg metode frekwensi rendah...2 hz ( li4, Sp6, st36, pc6 dan gv 20 ).…..pilih .
4. Titik yang merangsang hormon pertumbuhan...
     Yaitu perangsangan melalui organ limfa dan Lambung
5. Titik yang berefek regulasi emosi atau penenang.
Semoga bermanfaat.

Sumber : dr. Tri widiatmoko
www.lkpelpikhi.com

SISTEM REPRODUKSI MANUSIA

SISTEM REPRODUKSI MANUSIA

Sistem Reproduksi Manusia
PENDAHULUAN
Reproduksi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menghasilkan keturunan yang baru. Tujuannya adalah untuk mempertahankan jenisnya dan melestarikan jenis agar tidak punah. Pada manusia untuk menghasilkan keturunan yang baru diawali dengan peristiwa fertilisasi. Sehingga dengan demikian reproduksi pada manusia dilakukan dengan cara generatif atau seksual.
Untuk dapat mengetahui reproduksi pada manusia, kita harus mengetahui terlebih dahulu organ-organ kelamin yang terlibat serta proses yang berlangsung di dalamnya.
ORGAN REPRODUKSI MANUSIA
1.    PRIA
Dibedakan menjadi organ kelamin luar dan organ kelamin dalam.
Organ reproduksi luar terdiri dari :
  1. Penis merupakan organ kopulasi yaitu hubungan antara alat kelamin jantan dan betina untuk memindahkan semen ke dalam organ reproduksi betina. Penis diselimuti oleh selaput tipis yang nantinya akan dioperasi pada saat dikhitan/sunat.
  2. Scrotum merupakan selaput pembungkus testis yang merupakan pelindung testis serta mengatur suhu yang sesuai bagi spermatozoa.
Organ reproduksi dalam terdiri dari :
  1. Testis merupakan kelenjar kelamin yang berjumlah sepasang dan akan menghasilkan sel-sel sperma serta hormone testosterone. Dalam testis banyak terdapat saluran halus yang disebut tubulus seminiferus.
  2. Epididimis merupakan saluran panjang yang berkelok yang keluar dari testis. Berfungsi untuk menyimpan sperma sementara dan mematangkan sperma.
  3. Vas deferens merupakan saluran panjang dan lurus yang mengarah ke atas dan berujung di kelenjar prostat. Berfungsi untuk mengangkut sperma menuju vesikula seminalis.
  4. Saluran ejakulasi merupakan saluran yang pendek dana menghubungkan vesikula seminalis dengan urethra.
  5. Urethra merupakan saluran panjang terusan dari saluran ejakulasi dan terdapat di penis.
Kelenjar pada organ reproduksi pria :
  1. Vesikula seminalis merupakan tempat untuk menampung sperma sehingga disebut dengan kantung semen, berjumlah sepasang. Menghasilkan getah berwarna kekuningan yang kaya akan nutrisi bagi sperma dan bersifat alkali. Berfungsi untuk menetralkan suasana asam dalam saluran reproduksi wanita.
  2. Kelenjar Prostat merupakan kelenjar yang terbesar dan menghasilkan getah putih yang bersifat asam.
  3. Kelenjar Cowper’s/Cowpery/Bulbourethra merupakan kelenjar yang menghasilkan getah berupa lender yang bersifat alkali. Berfungsi untuk menetralkan suasana asam dalam saluran urethra.
2.   WANITA
Dibedakana menjadi organ kelamin luar dan organ kelamin dalam.
Organ reproduksi luar terdiri dari :
  1. Vagina merupakan saluran yang menghubungkan organ uterus dengan tubuh bagian luar. Berfungsi sebagai organ kopulasi dan saluran persalinan keluarnya bayi sehingga sering disebut dengan liang peranakan. Di dalam vagina ditemukan selaput dara.
  2. Vulva merupakan suatu celah yang terdapat di bagian luar dan terbagi menjadi 2 bagian yaitu :
a.       Labium mayor merupakan sepasang bibir besar yang terletak di bagian luas dan membatasi vulva.
b.      Labium minor merupakan sepasang bibir kecil yang terletak di bagian dalam dan membatasi vulva.
Organ reproduksi dalam terdiri dari :
  1. Ovarium merupakan organ utama pada wanita. Berjumlah sepasang dan terletak di dalam rongga perut pada daerah pinggang sebelah kiri dan kanan. Berfungsi untuk menghasilkan sel ovum dan hormon wanita seperti :
a.       Estrogen yang berfungsi untuk mempertahankan sifat sekunder pada wanita, serta juga membantu dalam prosers pematangan sel ovum.
b.      Progesterone yang berfungsi dalam memelihara masa kehamilan.
  1. Fimbriae merupakan serabut/silia lembut yang terdapat di bagian pangkal ovarium berdekatan dengan ujung saluran oviduct. Berfungsi untuk menangkap sel ovum yang telah matang yang dikeluarkan oleh ovarium.
  2. Infundibulum merupakan bagian ujung oviduct yang berbentuk corong/membesar dan berdekatan dengan fimbriae. Berfungsi menampung sel ovum yang telah ditangkap oleh fimbriae.
  3. Tuba fallopi merupakan saluran memanjang setelah infundibulum yang bertugas sebagai tempat fertilisasi dan jalan bagi sel ovum menuju uterus dengan bantuan silia pada dindingnya.
  4. Oviduct merupakan saluran panjang kelanjutan dari tuba fallopi. Berfungsi sebagai tempat fertilisasi dan jalan bagi sel ovum menuju uterus dengan bantuan silia pada dindingnya.
  5. Uterus merupakan organ yang berongga dan berotot. Berbentuk seperti buah pir dengan bagian bawah yang mengecil. Berfungsi sebagai tempat pertumbuhan embrio. Tipe uterus pada manusia adalah simpleks yaitu dengan satu ruangan yang hanya untuk satu janin. Uterus mempunyai 3 macam lapisan dinding yaitu :
a.       Perimetrium yaitu lapisan yang terluar yang berfungsi sebagai pelindung uterus.
b.      Miometrium yaitu lapisan yang kaya akan sel otot dan berfungsi untuk kontraksi dan relaksasi uterus dengan melebar dan kembali ke bentuk semula setiap bulannya.
c.       Endometrium merupakan lapisan terdalam yang kaya akan sel darah merah. Bila tidak terjadi pembuahanmaka dinding endometrium inilah yang akan meluruh bersamaan dengan sel ovum matang.
6.      Cervix merupakan bagian dasar dari uterus yang bentuknya menyempit sehingga disebut juga sebagai leher rahim. Menghubungkan uterus dengan saluran vagina dan sebagai jalan keluarnya janin dari uterus menuju saluran vagina.
7.      Saluran vagina merupakan saluran lanjutan dari cervic dan sampai pada vagina.
8.      Klitoris merupakan tonjolan kecil yang terletak di depan vulva. Sering disebut dengan klentit.
GAMETOGENESIS
Merupakan peristiwa pembentukan sel gamet, baik gamet jantan/sel spermatozoa (spermatogenesis) dan juga gamet betina/sel ovum.
  1. Spermatogenesis merupakan proses pembentukan sel spermatozoa. Dibentuk di dalam tubula seminiferus. Dipengaruhi oleh beberapa hormon yaitu :
    1. Hormon FSH yang berfungsi untuk merangsang pembentukan sperma secara langsung. Serta merangsang sel sertoli untuk meghasilkan ABP (Androgen Binding Protein) untuk memacu spermatogonium untuk melakukan spermatogenesis.
    2. Hormon LH yang berfungsi merangsang sel Leydig untuk memperoleh sekresi testosterone (yaitu suatu hormone sex yang penting untuk perkembangan sperma).
Berlangsung selama 74 hari sampai terbentuknya sperma yang fungsional. Sperma ini dapat dihasilkan sepanjang usia. Sehingga tidak ada batasan waktu, kecuali bila terjadi suatu kelainan yang menghambat penghasilan sperma pada pria.
2.   Oogenesis merupakan proses pembentukan dan perkembangan sel ovum. Proses oogenensis dipengaruhi oleh beberapa hormon yaitu :
    1. Hormon FSH yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan sel-sel folikel sekitar sel ovum.
    2. Hormon Estrogen yang berfungsi merangsang sekresi hormone LH.
    3. Hormon LH yang berfungsi merangsang terjadinya ovulasi (yaitu proses pematangan sel ovum).
    4. Hormon progesteron yang berfungsi untuk menghambat sekresi FSH dan LH.
Selama 28 hari sekali sel ovum dikeluarkan oleh ovarium. Sel telur ini telah matang (mengalami peristiwa ovulasi). Selama hidupnya seorang wanita hanya dapat menghasilkan 400 buah sel ovum setelah masa menopause yaitu berhentinya seorang wanita untuk menghasilkan sel ovum yang matang Karena sudah tidak dihasilkannya hormon, sehingga berhentinya siklus menstruasi sekitar usia 45-50 tahun.
Setelah ovulasi maka sel ovum akan mengalami 2 kemungkinan yaitu :
  1. Tidak terjadi fertilisasi maka sel ovum akan mengalami MENSTRUASI yaitu luruhnya sel ovum matang yang tidak dibuahi bersamaan dengan dinding endometrium yang robek. Terjadi secara periodic/sikus. Mempunyai kisaran waktu tiap siklus sekitar 28-35 hari setiap bulannya.
Siklus menstruasi terdiri dari 4 fase yaitu :
  1. Fase Menstruasi yaitu peristiwa luruhnya sel ovum matang yang tidak dibuahi bersamaan dengan dinding endometrium yang robek. Dapat diakibatkan juga karena berhentinya sekresi hormone estrogen dan progresteron sehingga kandungan hormon dalam darah menjadi tidaka ada.
  2. Fase Proliferasi/fase Folikuler ditandai dengan menurunnya hormon progesteron sehingga memacu kelenjar hipofisis untuk mensekresikan FSH dan merangsang folikel dalam ovarium, serta dapat membuat hormone estrogen diproduksi kembali. Sel folikel berkembang menjadi folikel de Graaf yang masak dan menghasilkan hormone estrogern yang merangsangnya keluarnya LH dari hipofisis. Estrogen dapat menghambat sekersei FSH tetapi dapat memperbaiki dinding endometrium yang robek.
  3. Fase Ovulasi/fase Luteal ditandai dengan sekresi LH yang memacu matangnya sel ovum pada hari ke-14 sesudah mentruasi 1. Sel ovum yang matang akan meninggalkan folikel dan folikel aka mengkerut dan berubah menjadi corpus luteum. Corpus luteum berfungsi untuk menghasilkan hormon progesteron yang berfungsi untuk mempertebal dinding endometrium yang kaya akan pembuluh darah.
  4. Fase pasca ovulasi/fase Sekresi ditandai dengan Corpus luteum yang mengecil dan menghilang dan berubah menjadi Corpus albicans yang berfungsi untuk menghambat sekresi hormone estrogen dan progesteron sehingga hipofisis aktif mensekresikan FSH dan LH. Dengan terhentinya sekresi progesteron maka penebalan dinding endometrium akan terhenti sehingga menyebabkan endometrium mengering dan robek. Terjadilah fase pendarahan/menstruasi.
  5. Terjadi FERTILISASI yaitu peleburan antara sel sperma dengan sel ovum yang telah matang dan menghasilkan zygote. Zygote akan menempel/implantasi pada dinding uterus dan tumbuh berkembang menjadi embrio dan janin. Keadaan demikian disebut dengan masa kehamilan/gestasi/nidasi. Janin akan keluar dari uterus setelah berusia 40 minggu/288 hari/9 bulan 10 hari. Peristiwa ini disebut dengan kelahiran.
Tahapan waktu dalam fertilisasi :
  1. Beberapa jam setelah fertilisasi zygote akan membelah secara mitosis menjadi 2 sel, 4, 8, 16 sel.
  2. Pada hari ke-3 atau ke-4 terbentuk kelompok sel yang disebut morula. Morula akan berkembang menjadi blastula. Rongga blastosoel berisi cairan dari tuba fallopi dan membentuk blastosit. Lapisan dalam balstosit membentuk inner cell mass. Blastosit dilapisi oleh throhpoblast (lapisan terluar blastosit) yang berfungsi untuk menyerap makanan dan merupakan calon tembuni/plasenta/ari-ari. Blastosit akan bergerak menuju uterus dengan waktu 3-4 hari.
  3. Pada hari ke-6 setelah fertilisasi throphoblast akan menempel pada dinding uterus/proses implantasi dan akan mengeluarkan hormone HCG (hormone Chorionik gonadotrophin). Hormon ini melindungi kehamilan dengan menstimulasi produksi hormone progesteron dan estrogen sehingga mencegah menstruasi.
  4. Pada hari ke-12 setelah fertilisasi embrio telah kuat menempel pada dinding uterus.
  5. Dilanjutkan dengan fase gastrula, yaitu hari ke-21 palsenta akan terus berkembang dari throphoblast. Mulai terbentuk 3 lapisan dinding embrio. Lapisan dinding embrio inilah yang akan berdiferensisai menjadi organ-organ tubuh. Organ tubuh aka berkembang semakin sempurna seiring bertambahnya usia kandungan.
Hormon yang berperanan dalam kehamilan:
a)     Progesteron dan estrogen, merupakan hormon yang berperanan dalam masa kehamilan 3-4 bulan pertama masa kehamilan. Setelah itu fungsinya diambil alih oleh plasenta. Hormone estrogen makin banyak dihasilkan seiring dengan bertambahnya usia kandungan karena fungsinya yang merangsang kontraksi uterus. Sedangkan hormon progesterone semakin sedikit karena fungsinya yang menghambat kontraksi uterus.
b)    Prolaktin merupakan hormon yang disekresikan oleh plasenta dan berfungsi untuk memacu glandula mamae untuk memproduksi air susu. Serta untuk mengatur metabolisme tubuh ibu agar janin (fetus) tetap mendapatkan nutrisi.
c)     HCG (hormone chorionic gonadotrophin) merupakan hormone untuk mendeteksi adanya kehamilan. Bekerja padahari ke-8 hingga minggu ke-8 pada masa kehamilan. Hormon ini ditemukan pada urine wania pada uji kehamilan.

d)      Hormon oksitosin merupakan hormone yang berperan dalam kontraksi uterus menjelang persalianan.
Hormon yang berperanan dalam kelahiran/persalinan:
  1. Relaksin merupakan hormon yang mempengaruhi peregangan otot simfisis pubis.
  2. Estrogen merupakan hormon yang mempengaruhi hormon progesteron yang menghambat kontraksi uterus.
  3. Oksitosin merupakan hormon yang mempengaruhi kontraksi dinding uterus  www.lkpelpikhi.com

DASAR-DASAR ANATOMI FISIOLOGI TUBUH MANUSIA

DASAR-DASAR ANATOMI FISIOLOGI TUBUH MANUSIA

Pengertian Anatomi Fisiologi (Martini, 2001)
            Kata anatomy berasal dari bahasa yunani (Greek) yang secara literatur diartikan sebagai “membuka suatu potongan”. Antomi adalah suatu ilmu yang mempelajari bagian dalam (internal) dan luar (external) dari struktur tubuh manusia dan hubungan fisiknya dengan bagian tubuh yang lainnya. Contoh: mempelajari organ jantung dan posisinya dalam  tubuh.
Kata physiology juga juga berasal dari bahasa yunani (Greek) yaitu ilmu yang mempelajari bagaimana suatu organisme melakukan fungsi utamanya. Contoh: seseorang yang ingin mempelajari fisiologi tentang bagaimana jantung bisa memompa darah.
Anatomi fisiologi adalah dua hal yang berkaitan erat satu dengan yang lainnya baik secara teoritis maupun secara praktikal, sehingga muncul suatu konsep: “semua fungsi yang spesifik dibentuk dari struktur yang spesifik”.

Klasifikasi Anatomi
Anatomi terbagi atas: (1) anatomi mikroskopik dan (2) anatomi makroskopik.
Anatomi mikroskopik adalah mempelajari suatu struktur yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.  Bentuk pemeriksaan mikroskopis adalah pemeriksaan sitology dan histologi. Sitology mempelajari suatu sel secara undividual sedangkan histologi memperlajari suatu jaringan.
Anatomi makroskopik mempelajari suatu struktur yang besar yang bisa dilihat dengan mata telanjang, antara lain: anatomi permukaan (ciri-ciri dari permukaannya), anatomi regional (fokus pada area tertentu), anatomi sistemik (mempelajari organ secara sistem: pencernaan dll.) Anatomi perkembangan (mempelajari perubahan dari suatu struktur)

Klasifikasi Fisiologi
Fisiologi manusia adalah ilmu yang mempelajari tentang faal (fungsi) dari tubuh manusia. Adapun spesifikasi fisiologi dari anatomi antara lain: fisiologi sel (mempelajari fungsi sel dan bagian-bagiannya), Fisiologi spesifik (mempelajari suatu organ), fisiologi sitemik (mempelajari fungsi organ secara sistemik), fisiologi patologikal (mempelajari efek penyakit terhadap suatu organ)

Istilah dan Posisi Anatomi
Posisi anatomi adalah ketika seorang menghadap ke depan, dengan kepala tegak lurus, kedua tangan berada di samping dengan ibu jari berada di  samping/luar.
Istilah anatomi berdasrkan pposisi anatomi antara lain:

  • Anterior                  : depan
  • Medial                    : tengah
  • Superior                  : atas
  • Dextra                    : kanan
  • Ventra                    : bagian depan
  • Interna                    : dalam
  • Proximal                 : pangkal
  • Central                   : pusat
  • Parietal                   : lapisan luar
  • Superfisial              : dangkal
  • Horizontal               : bidang datar
  • Transversal             : potingan melintang
  • Posterior                 : belakang
  • Lateral                    : samping
  • Inferior                   : bawah
  • Sinistra                   : kiri
  • Dorsal                     : bagian belakang
  • Externa                   : luar
  • Distal                      : ujung
  • Perifer                    : pinggir (tepi)
  • Visceral                  : lapisan dalam
  • Profunda                 : dalam
  • Vertical                   : bidang tegak
  • Longitudinal           : potongan memanjang


Rongga-rongga dalam Tubuh Manusia
1.      Rongga yang terdapat dalam kepala:
  • Ronggan tengkorak ( cavum Cranialis), isinya: otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellum), dan batang otak (brain stem)
  • Rongga mata (cavum orbital), isinya: bola mata (orbita)
  • Rongga hidung (cavum nasi), isinya: tempat lewatnya udara pernafasan.
  • Rongga mulut (cavum oris), isinya lidah dan  gigi.
  • Rongga telinga tengah (cavum tympani), isinya: tulang-tulang pendengaran (maleus, incus, stapes)
2.      Rongga yang terdapat pada badan:
  • Rongga dada (cavum thoracis), isinya: paru-paru (pulmo), jantung (cardio), pembuluh darah aorta, pembuluh darah vena cava, arteri dan vena pulmonalis, trachea, bronchus, dan eosophagus.
  • Rongga perut (cavum abdomen), isinya: lambung (gaster), usus halus (intestinum, duodenum, jejunum), usus besar (colon), kelenjar pangkreas, limpa (lien), hati (hepar), dan ginjal (renal)
  • Rongga pangul (cavum pelvis), isinya: kandung kkemih (vesika urinaria), rectum, pada laki-laki kelenjar prostat, perempuan terdapat Rahim (uterus) dan indung telur (ovarium).

Tingkatan Organisasi dalam Tubuh Manusia
Tingkatan organisasi pada tubuh manusia berdasarkan kajian mikroskopik ke makroskopik anatomi adalah:
  1. Tingkat kimia atau molekul, dibentuk oleh atom yang merupakan unit sangat terkecil membentuk molekumolekul dengan ukuran sangat kompleks. Contoh: molekul kompleks protein.
  2. Tigkat seluler, interaksi dari molekul-mlekul yang membentuk organelle tertentu yang akan membentuk sebuah sel. 
  3. Tingkat jarungan, kumpulan dari sel-sel tersebut akan membentuk suatu jaringan. Contoh: jaringan otot. 
  4. Tingkat organ, merupakan kumpulan dari beberapa jaringan yang menyusun suatu organ. Contoh: jantung. 
  5. Tingkat sistem organ, merupakan interaksi dari satu organ dengan organ yang lainnya sehingga menyusun sistem organ. Contoh: sistem pencernaan. 
  6. Tingkat organisme, merupakan kesatuan seluruh sistem organ pada manusia yang akan mempertahankan kehidupan dan kesehatan.
Sistem Organ dalam Tubuh Manusia
Adapun beberapa sistem organ yang dimiliki oleh manusia antara lain:

1.      Sistem integument
2.      Sistem skeletal
3.      Sistem muscular
4.      Sistem persarafan
5.      Sistem endokrin
6.      Sistem kardiovaskular
7.      Sistem limfatik
8.      Sistem pernapasan
9.      Sistem pencernaan
10.  Sistem perkemihan
11.  Sistem reproduksi pria
12.  Sistem reproduksi wanita

selengkapnya>>>>>

Daftar Rujukan:1. Martini, FH. 2001. Fundamental of Anatomy and Physiologi. Published by Prentic-Hall Inc. Upper Saddle River: New Jerseyy, pp. 1-112. Guyton, AC & Hall, JE. 2006. Textbook of Medical Physiologi, 12nd edition, W.B. Saunders Company, Philadelphia3. Aulia 1989, Anatomi dan Fisiologi Tubuh Manusia, akademi perawat Padang, pp. 1-3, tidak dipublikasikan4. Sanders, T & Scanlon, VC 2007. Essential of Anatomy and Physiology. by F.A. Davis Company