Kamis, 07 Juli 2016

www.lkpelpikhi.com

Akupunktur Analgesia

AKUPUNKTUR ANALGESIA ( NYERI )


Definisi nyeri :
1. Pengalaman sensori dan emosional yang tidak mrnyenangkan akibat kerysakan jaringan yang aktual atau potensial ( Smelter dan Bare 2001 )
2. Pengalaman yang tidak nyaman dari perasaan dan emosi yang terkait dengan kerusakan jaringan yang nyata atau berpotensi rusak atau dijelaskan seperti adanya kerusakan jaringan tubuh ( IASP )
3. Sensasi atau persepsi seseorang yang sangat dipengaruhi oleh emosi atau perasaan yang disebabkanbadanya kerusakan jaringan maupun tanpa kerusakan jaringan ( Dr. Tri widiyatmoko Akp 2015 )

Jadi, nyeri adalah alasan utama seseorang untuk mendapatkan bantuan perawatan dan pengobatan akupunktur.

Etiologi

Modalitas rangsangan yaitu :
1. Mekanik
2. Fisik
3. Termik
4. Kemik
5. Emosional / Stressor

Anatomi fisiologi
1. Reseptor noksius atau nosiseptor
2. Saraf sensori primer
3. Kornu posterior medula spinalis
4. Saraf sensorik sekunder, yang naik ke supraspinal
5. Saraf sensorik tersier, yang menuju ke pusat persepsi nyeri
6. Jalu anti nyeri atau analgesia kemedula spinalis

Jalur terjadi nyeri
1. Transduksi
2. Konduksi
3. Transmisi
4. Persepsi
5. Modulasi

Jalur Analgesia Akupunktur

Stimulasi titik akupuntur untuk menimbulkan efek analgesia mempunyai jalur yang hampir mirip dengan jalur nyeri, yaitu melalui jalur transduksi, konduksi, transmisi.
Perbedaannya adalah saat modulasi rangsangan sampai serabut sekundernaik dari kornu posterior medula spinalis menuju supra spinal, terdapat kolateral yaitu :
1. Dilevel medula spinalis yang akan melepaskan met-enkefalin.
2. dilevel batang otak / medula oblongata yang akan melepaskan serotonim, neoro transmiter inhibitori nor adrenalin dan nor ardenalin.
3. Di level otak yang akan melepaskan bheta endorphin

Peranan Akupunktur pada kasus nyeri

Perlakuan akupunktur pada kasus nyeri sangat efektif, dengan cara yang mudah, sederhana dan tanpa efek samping. Stimulasi titik akupuntur akan mengakibatkan reaksi fisiologi pada jaringan, baik reaksi fisiologi lokal, segmental dan general.
Semoga bermanfaat.

Sumber : dr. Tri widiatmoko
www.lkpelpikhi.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar